Menu

Mode Gelap
Nglarisi UMKM Jogja 5 Tahun: Inovasi, Jejaring, dan Semangat Tumbuh Bersama Sambut Ramadhan 2026, Gianti Fine Dining Jogja Hadirkan “Kampung Ramadhan Prajan” dengan Bilik Kultum Unik Konten AI Wajib Beretika: Mahasiswa Malang Diajak Ciptakan Ruang Aman Digital Dorong Kemandirian Ekonomi dan Agrowisata, Bupati Gunungkidul Pimpin Penanaman Bibit Kelapa di Wota-Wati Echo Chamber Ekstremisme Menguat di Ruang Digital, Kemenag Kenalkan Kurikulum Berbasis Cinta Tradisi Nyadran di Pakembinangun Jadi Perekat Sosial Sambut Ramadan

Wellness Nusantara

Pasar Jamu Plaza Ngasem Usung Konsep Wellness, Hadirkan Terapi Gratis dan Puluhan Brand Herbal Lokal

badge-check


					Pasar Jamu Plaza Ngasem Usung Konsep Wellness, Hadirkan Terapi Gratis dan Puluhan Brand Herbal Lokal Perbesar

Wellnessantara.com. YOGYAKARTA. Tren gaya hidup sehat berbasis alami semakin diminati masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Pasar Jamu akan digelar di Plaza Ngasem, Kota Yogyakarta, pada Sabtu dan Minggu, 18–19 April 2026, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dengan mengusung konsep wellness berbasis herbal dan terapi tradisional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Beringharjo Great Sale di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta melalui UPT Bisnis. Lebih dari 30 brand jamu lokal akan hadir, menghadirkan pengalaman kesehatan holistik mulai dari produk herbal, konsultasi kesehatan, hingga terapi tradisional.

Founder Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta (ASDTY), IB Haryanto, mengatakan bahwa komunitasnya turut berpartisipasi menghadirkan delapan stan layanan wellness, yang terdiri dari pengobatan tradisional dan jamu herbal. Hal tersebut disampaikan pada Jumat (17/04/2026).

“ASDTY mendapat kesempatan mengisi delapan stan, empat untuk pengobatan tradisional dan empat untuk jamu herbal. Kami juga akan mengadakan pengobatan massal gratis bagi masyarakat,” ujar IB Haryanto.

Ia menjelaskan, ASDTY merupakan komunitas yang menaungi para terapis dari berbagai keahlian di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Komunitas ini berdiri sejak 6 Juli 2022 dan kini memiliki sekitar 250 anggota yang tersebar di berbagai wilayah DIY.

“Anggota kami berasal dari berbagai latar belakang terapi, mulai dari akupresur, akupuntur, bekam, hipnoterapi hingga terapi stroke. Selain pelatihan keterampilan, kami juga rutin menggelar bakti kesehatan masyarakat setiap hari Rabu di Jalan Guru HA5 Nomor 901 Pandean, Umbulharjo,” jelasnya.

Dalam Pasar Jamu nanti, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan terapi secara gratis sebagai bagian dari konsep wellness yang diusung dalam kegiatan tersebut. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi, bahkan peserta dari luar kota seperti Jakarta telah mengonfirmasi kehadiran untuk mengikuti pengobatan dalam kegiatan tersebut.

“Kami selalu menghadirkan pengobatan gratis dalam setiap kegiatan. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan ada peserta dari luar kota yang sudah mendaftar untuk mengikuti terapi di acara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lokal Brand, Kang DJ, menjelaskan bahwa Pasar Jamu tidak hanya menghadirkan penjualan produk herbal, tetapi juga pengalaman wellness yang lebih menyeluruh bagi pengunjung.

“Pasar jamu ini bagian dari rangkaian Beringharjo Great Sale. Lebih dari 30 brand jamu lokal akan berkolaborasi. Selain penjualan produk, juga ada wellness therapy, konsultasi spiritual, dan meditasi khusus pada hari Minggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep wellness ini juga bertujuan memperkenalkan jamu kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern dan kekinian.

“Kita ingin jamu tidak lagi dianggap kuno, tetapi menjadi minuman sehat yang bisa dikemas sebagai booster drink, minuman ringan yang menyehatkan dan mudah diterima generasi sekarang,” katanya.

Pasar Jamu akan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan pembukaan resmi sekitar pukul 08.00 WIB, dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB setiap harinya.

Melalui kegiatan ini, Pasar Jamu Plaza Ngasem diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengalaman wellness bagi masyarakat untuk mengenal manfaat jamu, terapi tradisional, serta potensi herbal lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.

“Jogja memiliki kekayaan rempah yang luar biasa. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa jamu dan terapi tradisional bisa menjadi pilihan kesehatan yang aman, alami, dan berkualitas,” pungkasnya.(Tyo)

Baca Lainnya

Dari Lereng Pundong ke Produk Herbal: Wedang Ereng-Ereng, Perjalanan Sunyi Penuh Makna

28 Maret 2026 - 22:10 WIB

Jogja Fashion Week 2026 Mengakar dan Berresonansi Global

14 Februari 2026 - 07:39 WIB

Launching JFW2026 Usung Tema “Roots to Resonance”, Teguhkan Fesyen sebagai Gaya Hidup Berkelanjutan

13 Februari 2026 - 10:20 WIB

Nglarisi UMKM Jogja 5 Tahun: Inovasi, Jejaring, dan Semangat Tumbuh Bersama

12 Februari 2026 - 20:04 WIB

Festival Nitilaku Jamu 2026 Jamu Sebagai Ritual Lintas Generasi

12 Februari 2026 - 10:59 WIB

Trending di Kuliner & Herbal