Menu

Mode Gelap
Nglarisi UMKM Jogja 5 Tahun: Inovasi, Jejaring, dan Semangat Tumbuh Bersama Sambut Ramadhan 2026, Gianti Fine Dining Jogja Hadirkan “Kampung Ramadhan Prajan” dengan Bilik Kultum Unik Konten AI Wajib Beretika: Mahasiswa Malang Diajak Ciptakan Ruang Aman Digital Dorong Kemandirian Ekonomi dan Agrowisata, Bupati Gunungkidul Pimpin Penanaman Bibit Kelapa di Wota-Wati Echo Chamber Ekstremisme Menguat di Ruang Digital, Kemenag Kenalkan Kurikulum Berbasis Cinta Tradisi Nyadran di Pakembinangun Jadi Perekat Sosial Sambut Ramadan

Pendidikan & Opini

Kompetisi Roket Air 2026 Labiaba Indonesia, Ajang Sains yang Mendorong Potensi dan Keseimbangan Belajar Pelajar

badge-check


					Kompetisi Roket Air 2026 Labiaba Indonesia, Ajang Sains yang Mendorong Potensi dan Keseimbangan Belajar Pelajar Perbesar

Wellnessantara.com.Kompetisi Roket Air 2026 yang diselenggarakan Labiaba Indonesia berlangsung sukses di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026). Ajang sains berbasis praktik ini diikuti 86 pelajar dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mendorong pelajar mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta ketekunan melalui pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga merancang, menguji, dan mengevaluasi roket air secara langsung di lapangan.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang menghitung tekanan udara, menentukan sudut peluncuran, hingga menjaga stabilitas roket agar mampu mencapai target secara akurat. Penilaian dilakukan berdasarkan jarak antara titik jatuh roket dengan target yang telah ditentukan. Semakin presisi hasilnya, semakin tinggi nilai yang diperoleh.

Ketua penyelenggara Labiaba Indonesia, Sri Siskawati, menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun mental kompetitif yang sehat bagi pelajar.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga membangun keseimbangan antara pengetahuan, kreativitas, dan pengalaman praktik nyata. Kami ingin pelajar merasakan proses belajar yang bermakna dan membangun kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Dari hasil penilaian, enam peserta terbaik berhasil menunjukkan akurasi tinggi dan performa unggul. Juara pertama diraih Faiz Gilang Samiadji dari SMAN 44 Jakarta dengan skor 0,74 meter. Posisi kedua ditempati Sarah Syahira Arrayan dari SMPN 245 Jakarta Selatan dengan skor 0,82 meter.

Azka Lathazan Kurnianto dari MTsN 44 Jakarta meraih juara ketiga dengan skor 1,10 meter. Juara keempat diraih Muhammad Faris Riyadhy dari SMAS Darul Hikam Internasional Kabupaten Bandung Barat dengan skor 1,87 meter.

Sementara juara kelima diraih Syahdan Raja Khatibbi dari SMP Jakarta Islamic Boarding School Bogor dengan skor 2,28 meter. Posisi keenam ditempati Alya Asmiati dari SMPN 37 Jakarta Selatan dengan skor 2,40 meter.

Sebanyak 25 peserta terbaik tingkat regional akan melaju ke kompetisi nasional. Pada tahap nasional, tiga peserta terbaik akan mendapatkan fasilitas penuh untuk mengikuti kompetisi internasional, sementara 25 peserta terbaik nasional akan menjadi delegasi resmi Indonesia.

Kompetisi internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Universiti Sains Islam Malaysia, memberikan peluang bagi pelajar Indonesia untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun pengalaman global.

Labiaba Indonesia juga mencatat bahwa kompetisi ini telah mendapatkan kurasi dari BPTI Puspresnas serta dapat mendukung jalur prestasi bagi siswa dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui SNBP.

Selain trofi, medali, dan piagam, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan serta kesempatan mengikuti kompetisi tingkat lanjutan.

Kompetisi Roket Air 2026 menjadi ruang pembelajaran yang sehat dan inspiratif, di mana pelajar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, ketekunan, dan semangat eksplorasi di bidang sains dan teknologi.

“Bangun prestasi hari ini, terbangkan mimpi setinggi roket,” tutup Sri Siskawati.(Adira)

Baca Lainnya

Konten AI Wajib Beretika: Mahasiswa Malang Diajak Ciptakan Ruang Aman Digital

12 Februari 2026 - 17:14 WIB

Echo Chamber Ekstremisme Menguat di Ruang Digital, Kemenag Kenalkan Kurikulum Berbasis Cinta

11 Februari 2026 - 18:37 WIB

Pekan Hijau di Balangan Dorong Budaya Ramah Lingkungan Sejak Dini

10 Februari 2026 - 16:00 WIB

Inovasi Smart Bin Siswa MAN 1 Deli Serdang Antar Wilda Isnin Nazla Jadi Duta Siswa Indonesia Pendidikan 2026

7 Februari 2026 - 10:54 WIB

Menag: Integrasi Ilmu dan Spiritualitas Jadi Keunggulan Pendidikan Pesantren

6 Februari 2026 - 12:12 WIB

Trending di Berita Unggulan