Wellnessantara.com Seperti benang yang dijalin dengan hati dari tradisi yang dalam, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 mengusung tema yang menyentuh jiwa: “Roots to Resonance, Beyond”. Sebuah perjalanan kreatif yang berakar kokoh pada warisan budaya, identitas, dan nilai-nilai lokal Yogyakarta, kemudian bertransformasi menjadi harmoni yang bergema hingga kancah modern dan global – selaras dengan semangat jaman yang mengedepankan keberlanjutan, inklusivitas, dan ekspresi kreatif yang menghubungkan generasi.

dilaunching pada hari Kamis, 12 Februari 2026, di Gedung GIK UGM, ibu Yuna Pancawati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyampaikan pentingnya acara keberlanjutan Jogja Fashion Week bagi industri kreatif, khususnya sektor fesyen yang memiliki potensi pasar luas di tingkat nasional maupun global.
“Yogyakarta dinilai memiliki posisi strategis berkat kekayaan budaya dan kekuatan produk turunannya, mulai dari batik, tenun, kulit, kriya tekstil, aksesori, hingga desain kontemporer,” kata beliau dengan penuh kebanggaan. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penyelenggaraan ini diharapkan menciptakan multiplier effect yang signifikan – tidak hanya dari sisi transaksi bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif pada sektor transportasi, perhotelan, restoran, pariwisata, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Acara peluncuran dihadiri oleh tokoh penting daerah, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., GKBRAy Adipati Paku Alam X selaku Ketua Dewan Ekonomi Kreatif Nasional (Dekranas) DIY beserta Wakil Ketua Dekranas DIY Bapak Tazbir Abdullah, Bapak Hermanto perwakilan Bank Indonesia DIY, ibu Dina Fania dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para pimpinan perbankan, kepala atau perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kadisperindag kabupaten/kota se-DIY, anggota asosiasi fashion, pelaku usaha, desainer, media, dan para pecinta fesyen.
Jogja Fashion Week 2026 akan digelar pada tanggal 13–16 Agustus 2026 di Hall A, B, dan C Jogja Expo Center (JEC), Jalan Janti, bekerja sama dengan PT More Media Kreasi Indonesia. Acara yang memasuki tahun ke-21 ini akan menghadirkan 160 desainer dari dalam dan luar negeri, serta 150 tenant produk fashion dan kelengkapannya, dengan target transaksi senilai Rp 2,5 Milyar dan target pengunjung mencapai 16.000 orang (potential market).
“Memasuki usia ke-21, Jogja Fashion Week membuktikan bahwa Yogyakarta bukan sekadar kota budaya, tetapi juga episentrum kreativitas yang tidak pernah berhenti berdenyut,” disampaikan oleh GKBRAy Adipati Pakualam X dalam sambutannya. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2006, JFW memang telah melalui pasang surut, namun akhirnya berhasil menjadi “barometer nasional” penyelenggaraan fashion week yang paling konsisten, mapan, dan terus berkembang di Indonesia.
Dengan riwayat yang membanggakan tersebut, JFW ke-21 tahun 2026 diharapkan tidak hanya mendorong transaksi bisnis baik di dalam maupun luar area acara, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi sektor pendukung. “Kami mengundang seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan, agar daya saing produk fashion DIY semakin kuat dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” begitu ibu Yuna Pancawati nenutup pernyataannya. (widhie)









