Wellnessantara.com.YOGYAKARTA. Sore yang hangat di Sleman City Hall, Rabu (22/4/2026) pukul 17.00 WIB, terasa lebih bermakna ketika siswa-siswi SLB PGRI Trimulyo melangkah ke panggung dengan penuh ketenangan dan keyakinan diri. Dalam balutan karya desainer Linda Susanti melalui brand Griya Ageman, mereka menghadirkan lebih dari sekadar peragaan busana—melainkan pengalaman yang menyentuh rasa, tubuh, dan jiwa.
ko
Setiap langkah yang diambil memancarkan keberanian yang tumbuh dari proses panjang penerimaan diri. Senyum yang merekah bukan hanya ekspresi, tetapi juga cerminan kenyamanan dan kebanggaan saat mengenakan wastra Nusantara yang lembut, anggun, dan sarat makna. Perpaduan batik dan kain tradisional dalam sentuhan modern menciptakan harmoni yang menenangkan sekaligus menguatkan.
Karya Linda Susanti melalui Griya Ageman selama ini dikenal konsisten merawat nilai budaya dalam balutan desain yang relevan dengan masa kini. Dalam Tampil Show ini, busana tidak hanya menjadi medium estetika, tetapi juga sarana healing—menghadirkan rasa percaya diri, kehadiran utuh, dan ruang ekspresi bagi setiap individu yang mengenakannya.
Kepala Sekolah SLB PGRI Trimulyo, Yan Dianti, menuturkan bahwa momen ini menjadi bagian penting dalam perjalanan tumbuh siswa. Bukan hanya soal tampil di depan publik, tetapi juga tentang bagaimana mereka belajar menerima diri, mengelola rasa gugup, dan menemukan kekuatan dari dalam.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Anak-anak belajar berani tampil, mengenal potensi diri, dan merasakan bahwa mereka mampu. Kami selalu mendorong mereka untuk percaya diri dan mengekspresikan diri dengan nyaman,” ungkapnya.
Apresiasi hangat dari para tamu undangan pun mengalir, menciptakan suasana yang penuh empati dan kekaguman. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif ini menghadirkan energi positif—bahwa fashion dapat menjadi medium pemberdayaan, ruang inklusif, sekaligus perjalanan menuju keseimbangan diri.
Melalui Tampil Show bersama Griya Ageman, para siswa tidak hanya berjalan di atas panggung. Mereka hadir sepenuhnya—membawa cerita, keberanian, dan ketenangan dalam setiap langkah, sekaligus memperkenalkan wastra Nusantara dengan cara yang begitu hidup dan bermakna.(Tyo)









