Menu

Mode Gelap
Nglarisi UMKM Jogja 5 Tahun: Inovasi, Jejaring, dan Semangat Tumbuh Bersama Sambut Ramadhan 2026, Gianti Fine Dining Jogja Hadirkan “Kampung Ramadhan Prajan” dengan Bilik Kultum Unik Konten AI Wajib Beretika: Mahasiswa Malang Diajak Ciptakan Ruang Aman Digital Dorong Kemandirian Ekonomi dan Agrowisata, Bupati Gunungkidul Pimpin Penanaman Bibit Kelapa di Wota-Wati Echo Chamber Ekstremisme Menguat di Ruang Digital, Kemenag Kenalkan Kurikulum Berbasis Cinta Tradisi Nyadran di Pakembinangun Jadi Perekat Sosial Sambut Ramadan

Seni Budaya, Musik & Spiritual

Aileen, Pelukis Cilik Kotagede yang Menumbuhkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Sejak Dini

badge-check


					Aileen, Pelukis Cilik Kotagede yang Menumbuhkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Sejak Dini Perbesar

Wellnessantara.com.YOGYAKARTA. Dunia seni tak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana tumbuhnya kesehatan emosional dan kepercayaan diri bagi anak. Hal itu terlihat dari perjalanan Aileen Nathania Pranata, pelukis cilik asal Kotagede yang telah menggelar lima pameran tunggal di usia 11 tahun.

Siswi kelas 4 SD Negeri Kotagede 4 yang lahir pada 1 Januari 2015 ini telah menghasilkan lebih dari 100 karya lukisan. Melalui warna-warna cerah dan goresan spontan khas anak-anak, Aileen mengekspresikan berbagai cerita kehidupan yang ia lihat dan rasakan.

Aileen mengaku paling senang melukis manusia, penari, hingga berbagai aktivitas sehari-hari. Ia juga sering melukis dari ingatan terhadap foto atau peristiwa yang pernah dilihatnya, lalu dituangkan kembali dalam kanvas dengan imajinasi bebas.

“Senangnya melukis orang-orang, penari, atau dari foto yang diingat. Belum bisa sempurna, tapi pengen bisa terus,” ujar Aileen polos, menggambarkan semangat belajar yang tumbuh alami dari dalam dirinya.

Melukis bagi Aileen bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan ketenangan, fokus, dan kebahagiaan. Aktivitas kreatif ini turut membantu perkembangan emosional sekaligus membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

Perjalanan seni Aileen dimulai pada Januari 2023 saat peluncuran buku kumpulan karya berjudul Aku dan Goresanku di Bifa Hotel Yogyakarta. Sejak itu, Aileen aktif mengikuti berbagai kegiatan seni, mulai dari melukis langsung di lokasi, pameran bersama, hingga festival seni anak tingkat internasional.

Karya-karyanya pernah dipamerkan di berbagai ruang seni, seperti Museum Sonobudoyo, Monumen Jogja Kembali, hingga tampil dalam ajang internasional Borobudur Peace & Prosperity Festival 2025 di kawasan Candi Pawon.

Menariknya, karya Aileen juga telah dikoleksi pecinta seni dari berbagai negara seperti Italia, Jerman, dan Malaysia, serta kolektor dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa karya anak-anak pun memiliki nilai artistik dan pesan emosional yang kuat.

Memasuki Januari 2026, Aileen kembali menggelar pameran tunggal kelima di Aileen Gallery Art Vintage & Antique yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta. Pameran ini menjadi bukti konsistensi Aileen dalam berkarya sekaligus menumbuhkan budaya apresiasi seni sejak usia dini.

Saat ini, Aileen juga masih aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran, di antaranya pameran tunggal di Aileen Gallery, pameran bersama seniman dan profesor di Hotel Delaxston, serta pameran bersama 3ARG Management di Hotel Melia Purosani Yogyakarta.

Tak hanya itu, pada 23–25 April 2026, Aileen juga akan mengikuti event MATRA Jawa Yogyakarta bersama Golden Kids dan Sekolah Seni Mandala Kadewaguruan, sekaligus berbagi inspirasi bagi anak-anak seusianya.

Selain melukis, Aileen juga aktif dalam kegiatan seni budaya lainnya, seperti belajar menari di Sanggar Semekar SMKI Yogyakarta, menjadi model busana batik, serta ikut dalam kegiatan pelestarian budaya kebaya dan batik.

Perjalanan Aileen menunjukkan bahwa aktivitas seni dapat menjadi bagian penting dari wellness anak—membangun kreativitas, meningkatkan kesehatan mental, serta memperkuat rasa percaya diri. Dukungan keluarga dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menjaga semangat berkarya anak.

Di usia yang baru 11 tahun, Aileen telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari goresan kecil di atas kanvas. Sebuah perjalanan sederhana yang membawa kebahagiaan, inspirasi, sekaligus harapan bagi generasi muda untuk terus tumbuh melalui kreativitas.(Yyo)

Baca Lainnya

Tradisi Nyadran di Pakembinangun Jadi Perekat Sosial Sambut Ramadan

10 Februari 2026 - 16:04 WIB

Nggayuh Wahyu Tuk Pitu, Ritual Syukur Warga Kulon Progo Merawat Mata Air dan Warisan Budaya

9 Februari 2026 - 14:23 WIB

Discover Timeless Harmony, Cara Singkawang Merawat Toleransi sebagai Energi Sosial Bangsa

24 Januari 2026 - 11:10 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Merawat Keberagaman adalah Jalan Menjaga Kesehatan Jiwa Bangsa

24 Januari 2026 - 10:58 WIB

Labuhan Merapi Ritual Harmoni Peringatan 38 Tahun Tinggalan Jumenengan Sri Sultan HB X

20 Januari 2026 - 20:10 WIB

Trending di Headline